This is my Personal Blog which share about experience, social life, and knowledge.

Pilihan

Sebuah pilihan mengandung sebuah arti yang tersirat maupun tersurat
Arti berisikan suatu resiko dan konsekuensi logis di dalamnya
Banyak orang mengerti bahwa perjuangan adalah suatu pilihan dalam hidup
Jauh, Nikmat, Sengsara, Terpencil, Dipuja, Diinjak, Dikagumi dan Bahkan konyol terjerembab dalam binar binar ambisi dari suatu pilihan
Kadang kenyamanan itulah yang menyebabkan pilihan itu terlupakan
Atau
Pilihan lah yang menentukan kenyamanan dalam masa mendatang

Apabila suatu pilihan telah diambil
Suka tidak suka mampu tidak mampu
Pernah suatu ketika orang tua yang sudah separuh baya menasihatiku
Hidup adalah sebuah pilihan
Bukan pilihan untuk Hidup menjadi siapa
Bukan pilihan untuk Hidup seperti apa
Dan Bukan pula pilihan bagaimana untuk Hidup
Melainkan pilihan untuk menjemput ajal yang seperti apa, dan bagaimana serta siapa diri saya

Dari bebrapa renungan panjang ini,
Saya tersadar, setiap orang memiliki potensi yang semstinya harus digali dan digali
Melihat kawan saya yang labil dengan segala keoptimisan dan kebimbangannya
Membuatku teringat akan pergerakan dan arti sebuah perjuangan
Bahwa hidup terus berputar, jangan sampai berhenti

Kejar apa yang kamu mau dan jaga apa yang kamu miliki saat ini..

Suralaya,
READMORE
 

Kelayapan Keleleran

Sudah sangat terasa hiruk pikuk kegaduhan di gedung pencakar langit itu telah sirna,
Sudah tak kudengar lagi ocehan maupun cemoohan dari pihak yang menginginkan kita untuk jadi lebih baik
Sudah terlupa kawan kawan yang dulu berjuang dalam satu wadah perusahaan multinational
Sudah 1 bulan tak lagi ku dengar suara bising kendaraan pencari rejeki dalam bangkit dan tidurnya sang surya
Ah.. Sudaah.. Itu fase yang sudah berlalu

Sekarang, di sini sedang membuat fase ku yang baru
Serambi menyiapkan putaran dan hempasan roda roda mimpi nanti, aku termenung
Siapa gerangan dia
Apa gerangan yang mereka cari
Kenapa orang-orang memiliki rutinitas monoton itu
Apalah arti sebuah Hidup bagi dia dalam waktu singkat ini
Aku sendiri pun belum tahu jawabnya

Kadang melihat mereka terlihat ada keluhan terpancar di wajah
Kadang melihat tangis yang disertai senyum indah
Kadang merasa bahwa mereka sesungguhnya ingin berubah dalam sempitnya kesempatan
Aku pun sendiri juga belum tahu apa jawabnya

Pernah terfikir olehku dan teman seperjuangan ku dulu
Kenapa dengan kepemilikan sejuta talenta yang diasah dari umur 6 tahun nyatanya hanya sedikit yang selalu digunakan
Namun system sudah menempa kita sedemikian rupa
Itu fakta
Bukan hanya isu isu kabar burung yang terhembus oleh angin

Sudahlah lupakan
Mataku elangku semakin tajam seakan nampak kutu di bulu tikus di bawah sana
Sayapku semakin kuat terbang diantara orang-orang proletar dan priyayi
Tetapi, kakiku yang masih ringkih karena ku tak tahu dimana akan berpijak

Namun, pastinya Tuhan tidak tidur
Ia ingin memperlihatkan sesuatu tentang arti waktu yang singkat ini
Teringat kata orang bahwa Hidup adalah sebuah perjalanan marathon

Dan aku percaya
READMORE
 

November ceria…

Dalam hokum fisika yang dulu saya pernah belajar di SMA, tertulis :

Aksi = - Reaksi

Namun, dalam studi Biologi terdapat istilah ‘Respon’ yang biasanya dipakai dalam istilah gerak aksi dalam makhluk hidup-dari unit terkecil (Sel) hingga unti terbesar (Gerak).

Lalu lantas apa hubungannya?

Pernah tahu mengenai tentang sebuah kisah kecoa dan pelayan? Kecoa adalah binatang yang dianggap menjijikkan bagi sebagian orang. Kisah ini bermula dari hanya seekor kecoa yang ada di sebuah piring dari seorang wanita dalam acara pesta makan malam. Ribet yah kata-katanya,sudah seekor-sebuah-seorang J. So, this is the story, check this out…..

Wanita yang melihat seekor kecoa di piringnya dengan spontan menjerit, “ihhhhh, ada kecoa, tolong-tolong!!!”. Dia sangat ketakutan. Lalu, ekspresi dan reaksi yang lebay dari seorang wanita ini, memberikan reaksi yang berlebihan juga bagi orang-orang di sekelilingnya. Dan.. Semakin banyak orang melihat ekspresi ketakutan dari seorang wanita tersebut malah tidak ada yang berinisiatif untuk menyingkirkan kecoa dan cenderung berrekpresi sama dengan wanita tersebut yaitu sama-sama ketakutan. Ibarat wabah penyakit yang menyebar ke semua orang yang hadir dalam acara tersebut.

Lalu, datanglah seorang pelayan wanita dari restaurant yang berusaha menyingkirkan kecoa tersebut. Namun, terlalu lincahnya kecoa yang berlarian kesana kemari membuat orang-orang di sekitar nya semakin ketakutan. Apalagi ketika kecoa tersebut merambat di tubuh si pelayan, semua orang berteriak. Sehingga pelayan butuh kesigapan yang serba ekstra untuk segera menangkap kecoa sehingga tidak menimbulkan keramaian di tengah acara. Dan akhirnya. Kecoa tersebut tertangkap. 

Alhamdulillah.. Hehe

Sebenarnya saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dengan apa yang saya pikirkan dan pahami. Dalam hukum Fisika di atas berlaku pada benda mati, yaitu pada saat kita memberikan aksi pada suatu benda, maka benda itu akan memberikan reaksi kepada orang yang memberikan aksi. Kemudian saya korelasikan dalam kaidah bilogi tentang respon. Dan saya mendapat kesimpulan “istilah Reaksi sangat kontras dengan istilah Respon”.

Sebagaimana contoh pelayan, pelayan tidak melakukan reaksi terhadap ketakutan yang disebabkan oleh seekor kecoa. Namun, pelayan melakukan respon dari kejadian yang terjadi karena kecoa. Lain halnya dengan mayoritas orang dalam acara tersebut yang hanya melakukan reaksi karena seekor kecoa.

So, dalam kasus benda mati mengapa disebut dengan reaksi, karena benda mati tidak bisa berpikir dan ber-rasa dengan otak dan nuraninya sehingga langsung memberikan ‘jawaban’ atas aksi yang diterima. Dan alhamduliilah, makhluk hidup diberikan otak dan nurani untuk selalu memfilter terlebih dahulu dan ‘menjawab’ aksi yang diterimanya dengan kata yang disebut RESPON.




READMORE
 

For the First Time

"TUHAN tidak akan memberikan sesuatu yang kita inginkan, namun akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan".

Alhamdulillah..

Too many people underestimate with destiny as they can’t achieve their goal in mind. This feeling I face in my first career. I work with Singapore Company on 28th September 2015. When I look around me included my family, my friend, and my elder in campus before, I think they are great person and lucky because all of thing which they wanted is able to gaining. They are looked happy and proud with their labels.

Few years ago, I have dream to work in multinational company after I graduate from campus especially focused on oil and gas industry. Making my dream coming true, I follow all activity e.g training, competition, organization, and whatever which supporting my dream.

But, now real world is quite different….

My dream is not already come true. Maybe God take me in this place with many more reason which I'm not already know this time. In my company now, I can train my language skill both oral and written, grow with different culture like with Singaporean, Indian, Malay, Chinese, and Japanese people, build my personality when I meet executive person on many company and even sharpen my capabilities on facing high pressure of corporate culture.

Then, I say to you all.
Thanks God, you give me greater chance. And also I proud gaining it. You know what I need to grow up higher and highest…..
This week, I already worked with this company for 15th day.
Challenge still waiting…..



-HWP-
READMORE
 

Dilematis

Sebenranya orang yang menempuh pendidikan tinggi apasih tujuannya?
Hanya sebuah gelar yang dibanggakan??
Hanya sebuah pekerjaan yang nanti akan menghidupi mereka??

Ironisya, ketika saya lagi suka sukanya menghadapi ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi baik itu jalur umum maupun jalur mandiri, hal yang paling sering saya dengar adalah 'kenapa mau kuliah? cari kerja nya lo sulit'. Kalimat-kalimat seperti itu menurut saya tidak baik ketika diucapkan kepada kalangan-kalangan yang tidak memiliki latar atau hasrat untuk menempuh studi yang lebih tinggi.

Kenapa?
Sudah cukup lah kita ditekan dengan kehidupan yang sehari-harinya penuh dengan ketidak pastian dan ancaman. Please lah.. Hargai orang-orang yang mau berusaha untuk lebih maju ke depan. Kasian lho, semisal ada seorang anak seumuran anak SMA tingkat akhir yang ingin melanjutkan studi pendidikan tinggi. Bisa-bisa dengan ada omongan seperti itu dari lingkungan sekitar, anak tersebut jadi low motivation. Lalu... Kalo sudah seperti itu Siapakah yang akan Bertanggung Jawab?? Kasihan kan..
Apabila ada case seperti itu, lebih baik yang dilakukan adalah membesarkan hati anak tadi supaya dia bisa belajar dan berjuang lebih giat untuk masa depan dia sendiri.

Sharing, cari kerja itu gampang bro.. hehe
Tapi cari kerja yang gajinya cocok, bidangnya sesuai, jenjang karirnya jelas itu yang sulit.
Trust me..
So prepare your self to face the global competition!!
Global competition not only need a fluency in english, but also need your experience such as organization, public speaking, scientific paper or competition, workshop, and dont forget to understand all of your educational background.
READMORE
 

Pare, Kediri -Small village in this country-


Sudah 2 minggu saya berada di kota kecil ini. Jika ditanya sudah bisa lancar ngomomg Inggris, saya Jawab Alhamdulillah. Kita semua pasti kabanyakan sudah tahu bahwa kampong yang satu ini sudah terkenal dengan kawasan Bahasa inggris dimana tempat untuk belajar dan berlatih. Namun, yang menjadi sebuah pertanyaan di benak saya waktu itu kenapa kok banyak orang dari seluruh penjuru tanah air yang jauh-jauh belajar Bahasa Inggris itu di Pare? Apakah di masing-masing kota tidak ada suatu lembaga untuk meningkatkan skill dalam berbahasa inggris?

Secara personal niat saya untuk dating di kampong ini adalah untuk mengimprove kemampuan bicara saya. Soalnya pada saat ini saya memiliki kesempatan waktu untuk belajar sambal menunggu jadwal wisuda dan jadwal open recruitment perushaan. Namun apabila ditanya kok Cuma 2 minggu? Cukup? Dengan pertanyaan tajam seperti itu sebenarnya saya gentar. Namun, jawabn saya adalah saya disini mencari ilmu berdasarkan fungsi waktu bukan fungsi hasil hahaha.

Flashback cerita saya pada saat awal kaki menginjak di kota itu, saya mendaftarkan diri di salah satu lembaga di kampong tersebut. Dan anehnya pagi-pagi sekitar jm 9 pagi hari minggu waktu itu terdapat antrian yang panjang gak umum. Saya bersama rekan saya menikmati suasana pagi itu dengan deg-degan karena saya harus melaksanakan placement test di awal. Saya akhirnya mendapat giliran test dengan seorang pengajar yang lalu menguji kemampuan bicara saya. Dan I think my speaking skill is not too bad because I am suggested to take speaking one directly, not from pre-speaking first.

Dan akhirnya saya sampai di sebuah kamar asrama dengan 3 orang teman sekamar yaitu Mr Argin, Mr Eka, and the last is Mr Kabarubun. My roommate is so special. Kenapa? Terlalu beragam masing-masing kisah mereka dalam menekuni bidang akuntansi di Jogjakarta, navigasi kapal di semarang, dan teknik material metalurgi di bandung. Dari mereka saya bisa tahu bagaimana kerasnya hidup di dunia pelayaran, di kota besar seperti Jogjakarta dan kota pedalaman Bengkulu. Mungkin ini merupakan cara Tuhan untuk menambah ilmu dan wawasan saya.

Kehidupan asrama sehari-hari sangat membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Kenapa? Karena jadwal kita padat. Untuk jam asrama sendiri mewajibkan untuk memulai pembelajaran jam 5 pagi di pendopo asrama. Tidak sampai disitu saja, pada kegiatan petang asrama setiap harinya juga mewajibkan ada kelas jam 7 malam dan dilanjutkan dengan kelas begadang untuk pembelajarn lebih detail. Lantas apa yang dilakukan di waktu pagi mulai jam 7 pagi hingga 6 malam? Adalah kegiatan kelas untuk masing-masing program yang diambil. Jika ngmbil semua ya full tapi minimal ngambil program sehari adalah 3 program dan masing-masing program 1,5 jam. Sistem pembelajaran disini termasuk memaksa, yaitu memaksa kita ntuk ngomong dalam Bahasa inggris dalam kondisi apapun di kelas dan di asrama. Kecuali kalo beli makan dengan abang nasgor ya kagak pake inggris lah. Hehe. Selain itu juga di setiap rabu malam ada kegiatan debat dimana masing-masing mempertemukan berbagai asrama.


Don’t learn English, But you must practice English
READMORE
 

Ikhtisar Sillaturahmi

Ujian Nikmat adalah syukur, ujian masalah adalah Sabar”

Dari berlibur lebaran hingga tradisi bersillaturahmi dengan saudara dan kerabat baik yang baru dan lama, ada satu poin substansi yang selalu teringat dalam benak saya. Tidak lain adalah sillaturahmi dapat membuka kelapangan rejeki bagi kita. Rejeki menurut saya tidak harus berupa materi namun bisa berupa wawasan, pengalaman, pengetahuan, rasa syukur, inspirasi dan lain-lain.


READMORE