New Village, New Inovation
10 Desember 2012
![]() |
| Bak Penampungan Tinja |
![]() |
| Pembuangan tinja dari mobil pengangkut |
1. kolam pengumpulan : Kolam yang digunakan untuk menapung tinja di awal pasokan dari mobil pengangkut tinja
2. kolam penyaringan : Kolam yang diguanakan untuk mengambil filtrat air yang selanjutnya diolah dalam kolam pengolahan air
3. kolam pengendapan : Kolam yang digunakan untuk mengendapkan endapan dari sisa kotoran tinja tersebut
Dari data yang kami dapat dari Bapak Muhari, Pegawai Kantor dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dari limbah tinja yang dibuang di kolam penampungan ini tiap harinya adalah 100 kL. Unit pengolahan limbah tinja ini beroperasi 24 jam non stop. Karena jika terjadi sedikit waktupun berhenti dari mesin pengolahan limbah ini, maka akan mengakibatkan polusi udara yang disebabkan oleh bau busuk dari limbah tinja tersebut. Unit ini beroperasi sejak tahun 1991 namun pembangunan dari unit pengolahan ini tahun 1990. Kantor pelayanan unit ini buka mulai jam 8 pagi - 5 sore. Namun waktu yang diperbolehkan untuk pembuanagan limbah tinja di unit ini adalah pukul 7 pagi - 6 sore.
Setelah kami melakukan pengumpulan data dari unit pengolahan limbah tinja tersebut, kami melakuakn observasi terhadapa kondisi warga di sekitar unit tersebut. Karena memang tujuan kami dalam memlkukan observasi ini adalah untuk membuat kampung binaan biogas yang berguna untuk men-supplay gas untuk kebutuhan masyarakat yang ada di sana.
Kondisi dari kampung yang berada di sebelah unit operasi pengolahan tinja bisa dilihat pada gambar-gambar di atas. Menurut hasil analisi kami, kondisi warga di sini adalah1. Warga di sini termasuk golongan menengah ke bawah, karena rumah dan banguna yang ada masih berupa tumpukan bata yang belum di-semen dan juga ada bangunan yang masih berupa tumpukan kayu tipis maupun seng
2. Rumah-rumah yang ada di dareah ini pada umumnya tidak memiliki sistem pembuangan tinja pribadi atau bisa disimpulkan rumah-rumah tidak memiliki sistem sanitasi masing-masing
3. Kesadaran warga akan kebersihan minim. Dari pegawai unit operasi tersebut sering melihat bahkan sering mengusir warga-warga yang melakukan buang air besar di sekitar sungai di dekat unit pengolahan
4. Umunya penduduk di sekitar kampung tersebut bermata pencaharian sebagai pemulung sampah-sampah non organik seperti plastik, besi dan lain-lain. Selain kampung ini dekat dengan tempat pembuangan akhir limbah tinja, kampung ini juga dekat dengan tempat pembuangan akhir sampah wilayah timur Surabaya.
5. Di kawasan kampung tersebut ada suatu lingkupan kecil gambaran kampung yang bersih dan tertatata rapi. Selain itu juga rumah-rumah dan bangunan di sini terlihat sebagi bangunan permanen. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak kesemua penduduk bermata pencaharian pemulung. Mungkin ada beberapa saja yang memiliki pekerjaan yang tetap
6. Selain itu, di sebelah timur wilayah kampung tersebut terdapat beberapa tambak ikan maupun garam yang dikelola oleh penduduk di sana. Dari sini dapat diketahui bahwa ada warga yang pekerjaannya petani garam maupun petani tambak7. Keseluruhan warga di sini tidak memiliki kartu identitas (KTP). Karena lahan di sini adalah lahan-lahan ilegal
8. Kondisi Warga di sini juga minim kesadaran akan kesehatan
9. Dari sumber wawancara kami dengan pak Muhari, bahwa di kampung ini belum ada riwayat instansi atau perseorangan yang melakukan proyeksi biogas. Jadi untuk proyeksi kami dinilai akan membuat perubahan dan perkembangan dari masing-masing perseorangan di kampung tersebut
10. Jarak dari unit operasi pengolahan limbah (gambar penampungan limbah tinja yang dibuang oleh mobil pengangkut) dengan kampung tersebut berkisar antara 20-30 meter. Namun, kami memiliki dua pilihan solusi :
a. Kalau reaktor biogas yang akan kami proyeksikan berada di dekat tempat sanitasi umum, maka bahan yang kami gunakan adalah tinja yang berasal dari septic tank dari tempat sanitasi tersebut. Sehingga langkah yang harus kami lakukan adalah membuat reaktor underground yang tentunya butuh pendanaan yang lebih
b. Kalau reaktor biogas yang akan kami proyeksikan berada di dekat tempat mobil angkutan limbah tinja tersebut maka kami bisa mengambil bahan masukan reaktor langsung dari kolam dan reaktor yang digunakan adalah reaktor lama kami. Namun, hal ini memiliki kerugian karena kami harus mendistribusikan gas dengan jarak yang agak jauh
c. Kalau reaktor biogas yang akan kami proyeksikan berada di belakang gapura masuk kampung,tentunya menurut kami hal itu lebih efektif dari kedua opsi di atas. Karena mobil pengangkut limbah tinja tersebut dapat memasukkan limbahnya langsung ke dalam reaktor. Namun, tentunya akan membutuhkan kontak dengan tangan manusia secara langsung




